Nama Manggari mungkin diberikan oleh pendatang yang juga menjadi penghuni awal, yakni orang – orang dari Flores Barat (Murray 1961:38).

Penamaannya sendiri, kemungkinan besar sebagai pengikat kenangan pada kampung halaman mereka yang ditinggalkan.

Kawasan Manggarai saat ini dibagi menjadi dua Kelurahan, Kelurahan Manggarai Selatan, dan Kelurahan Manggarai Utara, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan.

Sebelum Perang Dunia, di Manggarai berkembang sebuah tarian yang disebut lenggo, dengan iringan orkes; dengan tiga buah rebana biang. Jaap Kunst.

Dari seorang ahli etnomusikologi, yang menulis buku Musik in Java jilid II, menyajikan gambar tarian tersebut. Yang mana, saat ini tari tersebut, namanya berubah menjadi tari belenggo, yang akhirnya menjadi salah satu tari tradisi Betawi.

Di tempat asalnya pun tarian itu masih memakai namanya yang asli, yakni tari lenggo. Dari benang merah inilah, tidak mustahil jika tari belenggo Betawi merupakan perkembangan dari tari lenggo Bima, yang dibawa melalui orang – orang Flores Barat yang menjadi penghuni awal kawasan Manggarai.

Gara-gara proyek pembangunan kompleks olahraga Gelora Bung Karno dan perkampungan atlet, memang terjadi eksodus besar-besaran warga kampung Betawi ke wilayah ‘baru’ di Tebet. Sementara di Tebet sudah bermukim beberapa etnis lain. Tidak heran setelah tahun 1963, Tebet dihuni oleh multietnis. Selain etnis Tionghoa dan Arab, ada pula orang Belanda maupun Portugis yang masih bermukim di Tebet pada tahun 1960-an.

“Setidaknya ada dua kampung Betawi asal Semanggi yang pindah ke Tebet. Nama kampung itu adalah kampung Tunduan,” jelas pak Soetono, warga asli Tebet yang sekrang bermukim di Cipondoh, Tanggerang, Banten. “Kayaknya warga kampung Tunduan sudah nggak ada, deh. Yang pasti dulu, kampung ini mendiami wilayah yang sekarang dikenal dengan Semanggi sampai Parkir Timur Senayan.”

Belakangan ketika ada perluasan di sekitar Senayan, ada kampung lain yang juga dibebaskan. Kampung yang kena gusur ini dikenal dengan kampung Kemandoran yang sebelum tahun 1970-an mendiami wilayah sekitar stasiun kereta api Palmerah.

“Warga yang di Semanggi punya tanah ribuan meter persegi, begitu di Tebet diganti jadi beberapa kavling,” jelas pak Soetono.

Kalo menggali sejarahnya, sebelum terjadi eksodus besar-besaran warga Betawi dari Senayan, wilayah Tebet sebenarnya memang sudah ada. Namun Tebet belum menjadi pemukiman yang ‘asyik’. Maklumlah, Tebet masih dianggap sebagai ‘jin buang anak’, karena mayoritas lokasi masih berupa rawa, semak belukar, pepohonan yang besar-besar, serta anak-anak sungai yang mengalir di beberapa wilayah itu.

Kata ‘Tebet’ sendiri berasal dari kata ‘Tebat’. Arti ‘Tebat’ adalah sebuah tambak di tengah rawa-rawa, dimana air yang ada di tambak itu berasal dari aliran sungai. Tambak di sini bisa difungsikan sebagai tempat menampung air hujan agar tidak menggenangi daerah sekeliling. Kalo bahasa Betawi, dikenal dengan sebutan ‘Empang’. Arti kedua, adalah tambak yang dibuat di sungai dan juga di rawa, dimana tempat itu dijadikan tambak ikan.

Kalo melihat arti kata pertama, bahwa ketika zaman Belanda, Tebet dijadikan salah satu wilayah resapan air, karena terdapat banyak rawa dan dilewati oleh aliran anak sungai cabang dari sungai Ciliwung yang memang dekat dari wilayah Tebet. Kebetulan pula Tebet dianggap sebagai dataran rendah. Idenya, ketika Hindia Belanda mendirikan Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC), Batavia kemudian berkembang, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels menjadikan Kota sebagai pusat pemerintahan. Sementara itu, wilayah di luar itu dijadikan sebagai daerah pemukiman serta dearah resapan air.

Dengan mencontoh negara asalnya, tata ruang di Batavia dibentuk sedemikain rupa sehingga mirip seperti di Belanda. Ada kanal yang dibangun untuk menanggulangi masalah banjir atau genangan air, salah satunya pendirian Banjir Kanal Barat pada tahun 1930-an, dimana pintu kanalnya berada di Manggarai. Sementara itu, daerah-daerah yang memang secara alamiah telah berfungsi sebagai daerah resapan dan tangkapan air, tetap dibiarkan begitu saja. Artinya, pihak Belanda tidak mengizinkan orang bermukim di lokasi tersebut. Kisah yang beredar, agar penduduk tidak berani mendirikan rumah di daerah resapan air, dibuatlah legenda untuk menakut-nakuti warga, bahwa lokasi yang rawa-rawa sebagai tempat jin buang anak.

“Wah kalo dulu setiap sore mancing di sungai dekat rumah,” kata pak Soetono, mengingat kenangan masa kanak dengan orangtuanya yang sejak tahun 1962 mendiami Tebet Timur Dalam ini.

Seiring dengan waktu, dimana sudah tidak banyak lagi rawa maupun tambak, nama ‘Tebat’ berubah menjadi Tebet. Maklumlah, Tebet kemudian menjadi salah satu wilayah pemukiman kelas menengah ke atas. Belakangan malah berdiri apartemen, perkantoran, dan pusat jajan.

Sebenarnya bukan cuma Tebet yang dahulu bekas rawa-rawa. Banyak daerah yang jelas-jelas menggunakan kata ‘rawa’. Sebut saja Rawa Badak, Rawa Jati, Rawasari, dan sebagainya. Sudah pasti, penamaan itu ada kaitannya dengan fungsi daerah tersebut pada masa silam, yakni daerah rawa-rawa juga. Sekarang, rawa-rawa itu sudah lenyap, tinggal namanya saja.

Begitu pula dengan Empang. Di Jakarta ini dahulu banyak sekali Empang. Emang-Empang di Jakarta kini sudah ‘almarhum’. Sekarang kita mengenal Empang sekadar kata yang dijadikan nama jalan. Salah satunya jalan Empang Tiga di daerah Kalibata, Jakarta Selatan.

Sumber : http://diarysitukanggowes.blogspot.com/2010/03/tebet-kampung-baru-gusuran-senayan.html
Judul Aslinya : "BEKAS RAWA DAN EMPANG"

Berdasarkan sebuah peta terbitan abad 19 M, daerah Manggarai dan Kampung Melayu sudah menjadi permukiman di tepi kota Batavia. Sudah ada jalan dari pusat kota melalui Manggarai ke Depok, dan jalan dari Mester lewat Kampung Melayu terus ke jalan antara Tanah Abang dan Pasar Minggu. Ketika stasiun kereta api Manggarai sudah difungsikan, Manggarai sudah menjadi permukiman yang tertata rapi. Maka bisa dianggap daerah terbangun pertama di daerah yang nantinya menjadi Kecamatan Tebet adalah daerah yang sekarang termasuk dalam Kelurahan Manggarai dan Kelurahan Bukit Duri. Peta topografi terbitan Dinas Topografi Angkatan Darat Amerika Serikat sekitar tahun 1945 menunjukkan bahwa daerah-daerah lainnya di wilayah bakal kecamatan ini masih berupa perkampungan dan persawahan.

IMAGE Bawang Merah
Tuesday, 14 October 2014
Buat Obat Cacing dan Diabetes. Pada zaman sekarang, umumnya bawang merah digunakan oleh masyarakat untuk bumbu masakan. Ada berbagai macam zat... Read More...
IMAGE Bawang Putih
Tuesday, 14 October 2014
Mencegah Kanker, Jantung dan Diabetes. Bawang Putih (Alium Sativum) adalah salah-satu tanaman yang biasa hidup diladang-ladang didaerah pegunungan... Read More...
IMAGE 7 Jurus Terong Ungu
Tuesday, 07 January 2014
Kandungan nutrisi Terong Ungu sangat luar biasa, antara lain: Kalsium, Mineral, Bioflavonoid, Vitamin K, serta Kaya Serat. Read More...
IMAGE Gunanye Bayem
Tuesday, 31 December 2013
Nih Sayuran terkenal, selain gampang dapetinnye, rasanye juge enak. Selaen bayem banyak macamnye, bayem juge punya kandungan gizi nyang sangat... Read More...

Jiwa sehat

IMAGE Jiwa Sehat
Di bawah ini ada 6 tips untuk mencapai Jiwa yang Sehat, dengan membaca 6 tahapan di bawah ini, maka Anda sudah pada jalur menuju Jiwa yang Sehat Kita...
IMAGE Ingat Bukan Dendam
"Ingat" tapi bukan "Dendam", itu adalah ungkapan orang Bijak. Mengapa? Banyak orang yang bilang bahwa kita tidak boleh dendam.... itu betul... Tapi...

Kesehatan Wanita

IMAGE Pengaruh Propaganda Susu Formula di Jakarta
Susu Formula memang lebih praktis, atau instan dibanding dengan Ibu-ibu yang harus menggunakan ASI bagi anak-anak tercintanya. Pola Instan memang...
IMAGE Proses Persalinan Alami
Ramuan Tradisonal Kuno baik digunakan apabila kandungan telah memasuki 8 1/2 bulan. Ramuan ini bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan atau...

Kesehatan Pria

IMAGE Sembuhkan Prostat Cara Alami
Radang Prostat terjadi akibat perubahan hormonal dihidrotestosterm dalam jaringan kelenjar prostat yang meningkat pada usia 40 tahun ke atas....
IMAGE Kesehatan Pria Jakarta
Kemangi Bagi Pria, kemangi berguna bagi Pencegahan Lemes Duluan. Senyawa 1-8 sineol dalam kemangi dapat mengatasi masalah Ketahanan Hubungan....