Gara-gara proyek pembangunan kompleks olahraga Gelora Bung Karno dan perkampungan atlet, memang terjadi eksodus besar-besaran warga kampung Betawi ke wilayah ‘baru’ di Tebet. Sementara di Tebet sudah bermukim beberapa etnis lain. Tidak heran setelah tahun 1963, Tebet dihuni oleh multietnis. Selain etnis Tionghoa dan Arab, ada pula orang Belanda maupun Portugis yang masih bermukim di Tebet pada tahun 1960-an.

“Setidaknya ada dua kampung Betawi asal Semanggi yang pindah ke Tebet. Nama kampung itu adalah kampung Tunduan,” jelas pak Soetono, warga asli Tebet yang sekrang bermukim di Cipondoh, Tanggerang, Banten. “Kayaknya warga kampung Tunduan sudah nggak ada, deh. Yang pasti dulu, kampung ini mendiami wilayah yang sekarang dikenal dengan Semanggi sampai Parkir Timur Senayan.”

Belakangan ketika ada perluasan di sekitar Senayan, ada kampung lain yang juga dibebaskan. Kampung yang kena gusur ini dikenal dengan kampung Kemandoran yang sebelum tahun 1970-an mendiami wilayah sekitar stasiun kereta api Palmerah.

“Warga yang di Semanggi punya tanah ribuan meter persegi, begitu di Tebet diganti jadi beberapa kavling,” jelas pak Soetono.

Kalo menggali sejarahnya, sebelum terjadi eksodus besar-besaran warga Betawi dari Senayan, wilayah Tebet sebenarnya memang sudah ada. Namun Tebet belum menjadi pemukiman yang ‘asyik’. Maklumlah, Tebet masih dianggap sebagai ‘jin buang anak’, karena mayoritas lokasi masih berupa rawa, semak belukar, pepohonan yang besar-besar, serta anak-anak sungai yang mengalir di beberapa wilayah itu.

Kata ‘Tebet’ sendiri berasal dari kata ‘Tebat’. Arti ‘Tebat’ adalah sebuah tambak di tengah rawa-rawa, dimana air yang ada di tambak itu berasal dari aliran sungai. Tambak di sini bisa difungsikan sebagai tempat menampung air hujan agar tidak menggenangi daerah sekeliling. Kalo bahasa Betawi, dikenal dengan sebutan ‘Empang’. Arti kedua, adalah tambak yang dibuat di sungai dan juga di rawa, dimana tempat itu dijadikan tambak ikan.

Kalo melihat arti kata pertama, bahwa ketika zaman Belanda, Tebet dijadikan salah satu wilayah resapan air, karena terdapat banyak rawa dan dilewati oleh aliran anak sungai cabang dari sungai Ciliwung yang memang dekat dari wilayah Tebet. Kebetulan pula Tebet dianggap sebagai dataran rendah. Idenya, ketika Hindia Belanda mendirikan Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC), Batavia kemudian berkembang, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels menjadikan Kota sebagai pusat pemerintahan. Sementara itu, wilayah di luar itu dijadikan sebagai daerah pemukiman serta dearah resapan air.

Dengan mencontoh negara asalnya, tata ruang di Batavia dibentuk sedemikain rupa sehingga mirip seperti di Belanda. Ada kanal yang dibangun untuk menanggulangi masalah banjir atau genangan air, salah satunya pendirian Banjir Kanal Barat pada tahun 1930-an, dimana pintu kanalnya berada di Manggarai. Sementara itu, daerah-daerah yang memang secara alamiah telah berfungsi sebagai daerah resapan dan tangkapan air, tetap dibiarkan begitu saja. Artinya, pihak Belanda tidak mengizinkan orang bermukim di lokasi tersebut. Kisah yang beredar, agar penduduk tidak berani mendirikan rumah di daerah resapan air, dibuatlah legenda untuk menakut-nakuti warga, bahwa lokasi yang rawa-rawa sebagai tempat jin buang anak.

“Wah kalo dulu setiap sore mancing di sungai dekat rumah,” kata pak Soetono, mengingat kenangan masa kanak dengan orangtuanya yang sejak tahun 1962 mendiami Tebet Timur Dalam ini.

Seiring dengan waktu, dimana sudah tidak banyak lagi rawa maupun tambak, nama ‘Tebat’ berubah menjadi Tebet. Maklumlah, Tebet kemudian menjadi salah satu wilayah pemukiman kelas menengah ke atas. Belakangan malah berdiri apartemen, perkantoran, dan pusat jajan.

Sebenarnya bukan cuma Tebet yang dahulu bekas rawa-rawa. Banyak daerah yang jelas-jelas menggunakan kata ‘rawa’. Sebut saja Rawa Badak, Rawa Jati, Rawasari, dan sebagainya. Sudah pasti, penamaan itu ada kaitannya dengan fungsi daerah tersebut pada masa silam, yakni daerah rawa-rawa juga. Sekarang, rawa-rawa itu sudah lenyap, tinggal namanya saja.

Begitu pula dengan Empang. Di Jakarta ini dahulu banyak sekali Empang. Emang-Empang di Jakarta kini sudah ‘almarhum’. Sekarang kita mengenal Empang sekadar kata yang dijadikan nama jalan. Salah satunya jalan Empang Tiga di daerah Kalibata, Jakarta Selatan.

Sumber : http://diarysitukanggowes.blogspot.com/2010/03/tebet-kampung-baru-gusuran-senayan.html
Judul Aslinya : "BEKAS RAWA DAN EMPANG"

IMAGE Bawang Merah
Tuesday, 14 October 2014
Buat Obat Cacing dan Diabetes. Pada zaman sekarang, umumnya bawang merah digunakan oleh masyarakat untuk bumbu masakan. Ada berbagai macam zat... Read More...
IMAGE Bawang Putih
Tuesday, 14 October 2014
Mencegah Kanker, Jantung dan Diabetes. Bawang Putih (Alium Sativum) adalah salah-satu tanaman yang biasa hidup diladang-ladang didaerah pegunungan... Read More...
IMAGE 7 Jurus Terong Ungu
Tuesday, 07 January 2014
Kandungan nutrisi Terong Ungu sangat luar biasa, antara lain: Kalsium, Mineral, Bioflavonoid, Vitamin K, serta Kaya Serat. Read More...
IMAGE Gunanye Bayem
Tuesday, 31 December 2013
Nih Sayuran terkenal, selain gampang dapetinnye, rasanye juge enak. Selaen bayem banyak macamnye, bayem juge punya kandungan gizi nyang sangat... Read More...

Jiwa sehat

IMAGE Berfikir Sehat
Raga yang sehat berawal dari Pikiran yang sehat. Olehkarenanya, Pikiran yang sehat menjadi stimulus utama untuk mempengaruhi kesehatan Jiwa dan Raga...
IMAGE Local Wisdom (Kearifan Lokal)
Kearifan Lokal adalah, nilai-nilai yang sudah dimiliki Masyarakat Lokal Nusantara secara turun temurun, yang mempunyai fungsi, mengatur interaksi...

Kesehatan Wanita

IMAGE Pengaruh Propaganda Susu Formula di Jakarta
Susu Formula memang lebih praktis, atau instan dibanding dengan Ibu-ibu yang harus menggunakan ASI bagi anak-anak tercintanya. Pola Instan memang...
IMAGE ASI Pasti Lebih Sehat
Bagi Ibu-ibu karir, Air Susu Ibu memang tidak praktis, tetapi sekarang ini sudah ada beberapa instansi yang memberi aturan bagi Ibu-ibu yang sedang...

Kesehatan Pria

IMAGE Sembuhkan Prostat Cara Alami
Radang Prostat terjadi akibat perubahan hormonal dihidrotestosterm dalam jaringan kelenjar prostat yang meningkat pada usia 40 tahun ke atas....
IMAGE Care alami bakal penyakit Hernia
Bahan :1. Telur ayam kampung 1 butir2. Madu asli 3 sendok makan3. Minyak samin 3 sendok makan.Care Pembuatannye : Telur ayam diambil kuningnye,...